Baca Koran harianokuselatan Online - Harian Oku Selatan

Beberapa Grup Hacker Akui Bobol Server Ubisoft, Muncul Dugaan Impostor

Beberapa Grup Hacker Akui Bobol Server Ubisoft, Muncul Dugaan Impostor.-foto;ist-

Grup pertama mengaku hanya membobol server Rainbow Six Siege untuk memanipulasi sistem ban dan item in-game, tanpa mengakses data pengguna.

Grup kedua mengklaim berhasil mencuri data Ubisoft yang tersimpan sejak tahun 1990 hingga saat ini dengan memanfaatkan celah MongoDB.

Grup ketiga menyatakan menggunakan metode serupa namun dengan tujuan utama pemerasan, menuntut tebusan dari Ubisoft.

Grup keempat justru membantah klaim grup kedua dan menyebut mereka berbohong. Grup ini menuduh grup kedua hanya menumpang klaim dan menyamar sebagai grup pertama.

Grup kelima muncul belakangan dengan membawa detail teknis lebih mendalam, termasuk langkah-langkah pembobolan, tangkapan layar, serta penjelasan bagaimana grup lain memperoleh akses.

Grup kelima ini disebut sebagai kelompok hacker berpengalaman dengan keahlian tinggi dalam reverse engineering, sehingga klaim mereka dinilai lebih kredibel oleh sebagian komunitas keamanan siber.

BACA JUGA:Sumsel Geser Strategi Ekspor 2026, Kelapa Disiapkan Jadi Komoditas Unggulan Baru

BACA JUGA:Dokter Obsgin di Sumsel Bertumpu di Pusat Kota, Pemprov Dorong Pemerataan

Langkah Ubisoft dan Kondisi Terkini

Ubisoft sendiri telah mengonfirmasi adanya masalah pada Rainbow Six Siege dan mengambil langkah cepat dengan melakukan rollback server, menutup celah keamanan, serta menerapkan perbaikan tambahan untuk mencegah eksploitasi lanjutan.

Hingga saat ini, Ubisoft belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim pencurian data berskala besar maupun kemungkinan tuntutan hukum. Perusahaan juga belum mengumumkan apakah insiden ini akan berdampak pada proyek game yang sedang dikembangkan.

Kasus ini menunjukkan betapa kompleks dan berbahayanya ancaman keamanan siber di industri game modern. Dengan banyaknya grup hacker yang bermunculan dan saling bertentangan, publik kini dihadapkan pada satu pertanyaan besar: siapa pelaku sebenarnya, dan seberapa besar dampak nyata yang ditimbulkan?

Untuk saat ini, pemain hanya bisa menunggu pernyataan resmi lanjutan dari Ubisoft sambil berharap bahwa data pengguna benar-benar tetap aman.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan