Baca Koran harianokuselatan Online - Harian Oku Selatan

Performa Skyrim di Nintendo Switch 2 Tuai Kekecewaan Gamer

The Elder Scrolls V: Skyrim.-foto;ist-

HARIANOKUSELATAN.ID – Perilisan The Elder Scrolls V: Skyrim versi Nintendo Switch 2 ternyata tidak disambut dengan antusiasme seperti yang diharapkan. Game legendaris besutan Bethesda ini memang dirilis secara diam-diam pada 9 Desember 2025, dengan janji peningkatan signifikan mulai dari waktu loading yang lebih cepat, resolusi visual yang lebih tajam, hingga performa yang diklaim lebih mulus dibanding versi Nintendo Switch generasi pertama.

Sayangnya, realita di tangan para pemain justru berkata sebaliknya. Alih-alih menjadi versi definitif Skyrim di konsol hybrid Nintendo terbaru, edisi Switch 2 ini malah menuai banyak kritik dan keluhan dari komunitas gamer.

BACA JUGA:Polytron Siapkan Portable Fast Charger Motor Listrik, Dijadwalkan Meluncur Awal 2026

BACA JUGA:Yamaha Nmax Tech Max Meluncur di Thailand, Harganya Nyaris Tembus Rp 60 Juta

Janji Manis Bethesda yang Tak Sepenuhnya Terwujud

Secara paket, Skyrim versi Nintendo Switch 2 sebenarnya cukup menggiurkan. Game ini sudah mencakup Anniversary Edition, artinya seluruh konten tambahan, DLC, hingga Creation Club sudah langsung tersedia tanpa perlu membeli terpisah. Bahkan Bethesda memberikan opsi upgrade gratis bagi pemain yang sebelumnya telah memiliki Skyrim di Switch generasi pertama.

Namun, proses upgrade inilah yang menjadi kekecewaan awal. Banyak pemain mengeluhkan bahwa mereka harus menghapus seluruh file versi lama secara manual, lalu mengunduh ulang versi Switch 2 dengan ukuran mencapai sekitar 53GB. Bagi pengguna dengan koneksi internet terbatas atau penyimpanan internal yang pas-pasan, langkah ini dinilai sangat merepotkan dan tidak ramah pengguna.

BACA JUGA:iPhone 17 Pro Bisa Punya Layar Depan dan Belakang, Ini Cara Kerjanya

BACA JUGA:Fitur Spotify Beta Bisa Bikin Playlist Pakai AI Prompts

Masalah Teknis yang Mengganggu Pengalaman Bermain

Setelah berhasil masuk ke dalam game, masalah lain pun mulai bermunculan. Salah satu keluhan terbesar datang dari input lag yang dianggap sangat mengganggu. Banyak pemain menyebut jeda antara input tombol dan respons karakter terasa lamban, bahkan sampai di titik membuat game tidak nyaman dimainkan, terutama saat bertarung atau menjelajahi dungeon.

Selain itu, performa game dikunci di 30fps, tanpa opsi peningkatan frame rate. Sebenarnya angka ini bukan masalah besar jika stabil dan responsif. Namun, dengan usia Skyrim yang sudah lebih dari satu dekade, banyak gamer berharap versi Switch 2 bisa menawarkan performa yang lebih baik, apalagi di atas hardware generasi baru.

Sebagai perbandingan, game modern seperti Final Fantasy VII Remake di Switch 2 juga berjalan di 30fps, tetapi masih bisa diterima karena kompleksitas visual dan statusnya sebagai game yang jauh lebih baru. Dalam kasus Skyrim, ekspektasi publik jelas lebih tinggi.

Kritik Pedas dari Komunitas Gamer

Forum-forum diskusi seperti Reddit dipenuhi komentar bernada kecewa. Sebagian pemain bahkan menyebut port Skyrim Switch 2 sebagai sebuah “bencana”. Ada pula yang menilai kualitas port ini “keterlaluan buruknya”, terutama dari sisi optimalisasi dan respons kontrol.

Ironisnya, beberapa gamer menyatakan bahwa versi Nintendo Switch generasi pertama justru terasa lebih nyaman dimainkan dibanding versi Switch 2, meskipun secara teknis seharusnya lebih inferior. Hal ini tentu menjadi sorotan tajam bagi Bethesda, mengingat reputasi Skyrim sebagai game yang telah dirilis dan dioptimalkan di berbagai platform selama bertahun-tahun.

BACA JUGA:Gemini Hadir di Chrome iPhone, Gantikan Google Lens dengan Fitur AI Baru

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan