Program Konsolidasi Tanah Kementerian ATR/BPN Dapat Sambutan Positif

Jumat 07 Mar 2025 - 18:11 WIB
Reporter : Christian Nugroho
Editor : Christian Nugroho

SEMARANG, HARIANOKUSELATAN.ID – Program Konsolidasi Tanah yang digagas oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendapat sambutan positif dari masyarakat Kabupaten Semarang. Marlisa Ermiati (37), salah satu penerima sertipikat, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu dalam meningkatkan aspek ekonomi serta mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

“Program ini sangat bermanfaat karena membantu kami secara ekonomi. Kami merasa lebih setara dan tidak ada kesenjangan sosial di antara masyarakat,” ujar Marlisa setelah menerima Sertipikat Konsolidasi Tanah dari Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, di Kelurahan Susukan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (27/2/2025).

Marlisa juga menyampaikan rasa syukurnya atas perubahan signifikan yang dirasakan di lingkungannya setelah adanya program ini. “Seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dulu lingkungan kami tidak tertata dengan baik, sekarang jauh lebih rapi dan terorganisir,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sertipikat dalam bentuk elektronik mempermudah pengurusan administrasi bagi warga, terutama bagi mereka yang ingin mengajukan pinjaman usaha. “Kalau kami mengurus sendiri mungkin bisa bertahun-tahun, tapi dengan adanya program ini, prosesnya menjadi lebih cepat dan mudah. Terima kasih kepada BPN yang telah peduli terhadap masyarakat kecil seperti kami,” tambahnya.

Senada dengan Marlisa, Suyanto (45), warga lain yang juga menerima sertipikat tanah, mengapresiasi manfaat program Konsolidasi Tanah, terutama dalam hal akses jalan di lingkungannya. “Sebelumnya, tetangga di belakang rumah saya tidak memiliki akses jalan untuk kendaraan. Sekarang mobil bisa masuk. Awalnya hanya selebar satu meter, lalu warga berinisiatif menambah hingga menjadi 2,5 meter. Akibatnya, mobil pengangkut material bisa masuk, sehingga proses pembangunan berjalan lebih lancar,” jelas Suyanto.

Selain mempermudah akses, program ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Menurut Suyanto, harga tanah di wilayahnya meningkat drastis setelah akses jalan terbuka. “Manfaatnya luar biasa. Selain meningkatkan mobilitas, program ini juga mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kami. Harga tanah yang sebelumnya hanya Rp300 ribu per meter, sekarang sudah mencapai Rp1,5 juta per meter,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyerahkan sertipikat kepada warga Kabupaten Semarang. Ia didampingi oleh Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan, Embun Sari; sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Lampri, beserta jajaran.

Program Konsolidasi Tanah diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam aspek kepastian hukum pertanahan, peningkatan akses infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia. (rel)

 

Kategori :